Perdana Digelar : Workshop PJ Kehumasan dan Bimtek PJ Hukum Seluruh Indonesia

Perdana Digelar Paralel
Workshop PJ Kehumasan dan Bimtek PJ Hukum Seluruh Indonesia

 

Unit kerja Kehumasan dan Hukum di BPS mempunyai tugas yang tak sedikit. Namun sebutan 'Garda Terdepan' atau 'Wajahnya' BPS sering dikaitkan dengan Unit Kehumasan. Keberadaan penanggung jawab (PJ) Humas dan PJ Hukum di daerah seringkali belum berfungsi secara optimal. Untuk itu diadakan workshop bagi PJ Humas dan Bimtek PJ Hukum, seluruh provinsi. Kegiatan ini untuk kali pertama dilakukan secara paralel, di Hotel Royal Bogor, sejak tanggal 21 hingga 25 April 2014.

 

Kepala Bagian Humas, Dewi Sri Takarini, menjelaskan bahwa Bimtek PJ Humas dan Hukum diikuti oleh 56 peserta Bimtek PJ Humas dan 47 peserta Bimtek PJ Hukum. Tujuan Bimtek adalah untuk meningkatkan kapasitas PJ Humas dan Hukum di daerah maupun pusat. Pembicara dalam Bimtek terdiri dari pakar di bidang Hukum serta praktisi dari luar.

 

Sekretaris Utama, Eri Hastoto, dalam sambutannya menyampaikan pesan bahwa Humas adalah orang terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Seorang PJ Humas harus mampu mengarahkan tamu yang berkunjung ke BPS. Seorang PJ Humas juga harus profesional dan tahu aturan protokoler tugas kehumasan. 

 

Selanjutnya Sestama juga menjabarkan pentingnya peran PJ Hukum di daerah. Setiap provinsi sudah memiliki SDM dengan latar belakang Sarjana Hukum, namun mereka belum banyak terlibat dalam produk-produk hukum di daerah, misal keterlibatan dalam menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Kepala BPS Provinsi. Tugas PJ Hukum yang lain adalah mengawal bentuk kerjasama BPS dengan instansi pemerintah daerah setempat, sehingga sesuai dengan Undang-Undang.

 

Seusai pembukaan dan mendengarkan arahan dari Sestama, peserta PJ Humas dan PJ Hukum dibedakan kelasnya. Masing-masing kelas selama tiga hari efektif menerima materi sesuai bidangnya. Kelas PJ Humas mendapat materi antara lain, Public Speaking, teknik Penulisan, Aturan Protokoler. Sedangkan di kelas PJ Hukum diberikan materi naskah dinas, pedoman litigasi dan non ligitasi kasus, aturan kerjasama kegiatan statistik, serta pedoman pengadaan  barang dan jasa. Diskusi serta forum tanya jawab menyemarakkan kelas. Peserta juga mendapat tugas mandiri sesuai dengan bidangnya. Hasil dari tugas mandiri dijadikan penilaian peserta Bimtek.

 

Di hari ke tiga, Kamis, 24 April 2014, hadir Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Kecuk Suhariyanto, membawakan materi mengenai Tips Menulis dan Reformasi Birokrasi di BPS. Seusai memberikan materi, kelas PJ Humas dan PJ Hukum kembali bergabung untuk mengikuti acara penutupan. Sebelum menutup, Kecuk berpesan bahwa Bimtek kali ini sangat bermanfaat untuk memberdayakan PJ Humas dan PJ Hukum serta paham terhadap tugasnya di daerahnya masing-masing. Kecuk juga berpesan kepada seluruh peserta untuk ikut mensosialisasikan program Reformasi Birokrasi di daerah masing-masing. Peserta diminta mempelajari dan mensosialisasikan buku Laporan RB Upaya dan Capaian 2010-2014, yang dapat diunduh di halaman depan community.


Berdasarkan penilaian tugas mandiri yang dikerjakan oleh peserta Bimtek, terpilih tiga peserta terbaik kategori menulis artikel yakni Istato Hudayana, PJ Kehumasan Provinsi DIY, Maulana Malik Sebdo Aji, PJ Kehumasan Provinsi Aceh dan Siti Kartini Susilowati, PJ Kehumasan Provinsi Kepulauan Riau. Untuk kategori foto, terpilih peserta terbaik Orasius Simon Sawu, PJ Kehumasan Provinsi NTT, Herlina Prasetyowati Sambodo, PJ Kehumasan Provinsi Jatim, dan Fadlun A.R Latara, PJ Kehumasan ProvinsiMaluku Utara. Sedangkan peserta Bimtek Hukum terbaik adalah Rida Ainun Sembiring, PJ Hukum Provinsi Kalimantan Barat, Bayu Sulistomo PJ Hukum Provinsi DIY, dan I Kadek Hendra Arthana Putra, PJ Hukum Provinsi Bali. Seluruh PJ Humas dan PJ Hukum harus segera mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama Bimtek demi kemajuan BPS di mata masyarakat.